- Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
- Raja manusia,
- Sembahan manusia,
- dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
- yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
- dari (golongan) jin dan manusia."
Demi MASA, Sungguh manusia itu RUGI, Kecuali yang ber-IMAN dan BERBUAT BAIK, SALING NASIHAT dalam KEBENARAN dan KESABARAN
Selasa, 12 November 2013
An Nas
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Senin, 11 November 2013
Sang Khalifah: Umar ibn Khattab -- Ia berharap umat bersatu
Ketika ia dibunuh
saat akan mengimami shalat subuh, perkataannya menyiratkan bahwa ia ingin
sekali agar umat Islam bersatu.
“Luruskanlah
barisan kalian,” kata Umar.
Setelah saf
lurus, Umar membalikkan baddan, menghadap kiblat. Para jamaah bersiap-siap
menunggu takbir sang imam. Waktu bergulir beberapa jenak. Suara takbir sang
khalifah belum juga terdengar. Yang terdengar adalah suara sang khalifah yang
berkata lain:
“Seekor anjing
telah menikamku.”
Jasad Umar seketika
itu juga ambruk. Ia roboh. Darah bersimbah membasahi jubah sang khalifah dan
lantai mihrab.
Seseorang telah
menikam Umar. Ia berdiri di saf pertama, tepat di belakang Umar. Orang tersebut
segera kabur dari masjid, sambil menikam siapa saja yang ia temui di kanan dan
kirinya, hingga mengenai tiga belas orang lelaki lainnya, tujuh di antara
mereka meninggal dunia.
Umar yang tengah
terkapar menarik Abdurrahman ibn Auf untuk mengimami shalat, sementara
orang-orang berhamburan meraih Umar. Suasana di dalam masjid seketika berubah
dipenuhi kecemasan an kepanikan.
“Subhanallah,
subhanallah. Innalillahi. La ilaha illallah,” teriak mereka.
Abdurrahman ibn
Auf mengimami shalat dengan sangat cepat. Setelah selesai shalat, Umar bertanya
kepada Abdullah ibn Abbas yang memangku dirinya,
“Wahai Putra
Abbas, siapakah yang membunuhku?
“Budak Mughirah,”
jawab Ibnu Abbas.
“Apakah dia
al-Shun’ (Abu Lu’luah Fairuz)?” tanya Umar.
“Ya,” jawab Ibnu
Abbas.
“Padahal aku
telah memerintahkan kebaikan kepadanya. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang
tidak menjadikan pembunuhku adalah orang Islam,” kata Umar.
Itulah sepenggal
kisah di waktu-waktu ketika Umar ibn Khattab akan wafat. Jauh beberapa waktu
sebelumnya ia pernah berdoa agar ia bisa mati syahid, tidak terbunuh di tangan
orang Islam. Sungguh ketika umat Islam saling membunuh, maka perpecahan di
antara umat mulai muncul. Itu menandai pembangkangan umat kepada Allah swt.
“Alhamdulillah,” Umar bersyukur karena Allah mengabulkan doanya saat ajal menjemput.
Persatuan adalah
salah satu kunci timbulnya perdamaian.
Kamis, 17 Oktober 2013
Motivasi Bayi
Laqod kholaqnal insaana fii kabad. Ini adalah bacaan surat Al Balad ayat 4 yang artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam "susah payah".
Terpikirkan oleh saya, bahwa sebagai bayi kita terlahir tidak bisa apa-apa. Yang saya tahu hanya bisa "menangis". Makan tidak bisa. Ganti pakaian pun juga. Apalagi untuk melakukan aktivitas lain. Tapi begitulah. Dari bayi Allah telah memfitrahkan kita untuk belajar, untuk beradaptasi. Belajar jalan, belajar mengunyah, belajar berbicara, dan sebagainya. Wah,, luar biasa deh pokoknya.
Makanya, hal ini memotivasi saya bahwa hidup ini memang harus terus semangat. Toh bayi saja pada akhirnya bisa tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Apalagi kita yang telah tumbuh dewasa :)
Terpikirkan oleh saya, bahwa sebagai bayi kita terlahir tidak bisa apa-apa. Yang saya tahu hanya bisa "menangis". Makan tidak bisa. Ganti pakaian pun juga. Apalagi untuk melakukan aktivitas lain. Tapi begitulah. Dari bayi Allah telah memfitrahkan kita untuk belajar, untuk beradaptasi. Belajar jalan, belajar mengunyah, belajar berbicara, dan sebagainya. Wah,, luar biasa deh pokoknya.
Makanya, hal ini memotivasi saya bahwa hidup ini memang harus terus semangat. Toh bayi saja pada akhirnya bisa tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Apalagi kita yang telah tumbuh dewasa :)
Jumat, 11 Oktober 2013
Pinjam "Stapless" Bang!
Sama tukang fotokopi saya sering bilang, "Pinjem stapless bang." Dikasih lah stapler. Stapler adalah benda yang biasa dipakai untuk menyatukan beberapa tumpukan kertas dengan menggunakan suatu kawat logam.
Perhatikan lagi ya perkataan saya di atas, "Pinjam STAPLESS bang!" Padahal yang dimaksud adalah Stapler. Tapi ternyata sekarang alat yang namanya stapless ini emang ada loh.
Alat ini disebut stapless, lebih tepatnya "stapless stapler" karena tidak menggunakan amunisi kawat logam sebagaimana stapler biasa. Ia hanya membuat mekanisme lubang dan lipatan kertas sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kuncian dari kertas itu sendiri. Mekanismenya dalam mengikat tumpukan kertas cukup unik yang bisa dilihat pada gambar berikut.
Rabu, 09 Oktober 2013
Wildcat -- Robot dengan pergerakan kucing
Satu lagi bukti bahwa manusia dianugerahi akal sehingga dijadikan pemimpin di muka bumi. WILDCAT.
Check it out!
Check it out!
Jumat, 04 Oktober 2013
Lirik Good Luck My Way dalam Bahasa Indonesia -- "Mampu memberi semangat"
GOOD LUCK MY WAY by L`arc~en~ciel.
I ask myself what is waiting for me in the other side of this path (Aku bertanya pada diri sendiri apa yang menungguku di seberang jalan ini)
I won't give up and I won't stand still, (Aku tidak akan menyerah dan menghentikan langkahku,)
because surely, surely there's an answer (karena ku yakin, pasti ada jawaban)
But after pulling your hair back, just a little (Namun setelah menyingkap rambut dari wajahmu)
I want to be next to this smooth smiling face (Rasanya ingin berada di samping senyuman wajahmu yang lembut)
I'll break into a run, straightly ahead (Aku akan terus berlari)
The blue sky that clears up is dazzling (Di bawah langit biru cerah yang berkilauan)
I'm stirred up in favor of the wind (Aku terbawa angin)
And a new journey begins (Dan perjalanan baru dimulai)
We'll be able to meet again one day! (Kita akan bertemu lagi nanti)
I'm going to the direction of tomorrow, without looking back (Aku akan menuju hari esok tanpa peduli masa lalu)
Good Luck My Way (Good Luck My Way)
To the path I believe (Menuju jalan yang ku yakini)
Running around here and there, (Berlari ke sana kemari)
It seems I have to drive myself into it or the answer won't appear (Aku harus mengendalikan diriku atau jawaban itu tak akan kutemui)
Surely, surely I won't regret (Pasti, aku tidak akan menyesal)
I'll continue to advance (Aku akan melanjutkannya)
So I'll be able to meet your smile (Meraih seyummu)
Look at me, I'm not afraid anymore (Lihatlah, aku tidak akan menangis lagi)
Even if something happens tomorrow, I'm almost overtaken (Bahkan jika esok suatu bencana hampir menimpaku)
Since it got dark I wonder until where I can go? (Di saat kegelapan tiba pun aku akan terus mencoba sampai mana aku akan terus melangkah)
In the corner of the world that is in process of changing (Di ujung bumi yang selalu bergerak)
I'm happy I could meet you (Senang rasanya bertemu denganmu)
I couldn't put into words the feelings that were about to overflow (Sulit menjelaskan perasaan ini dalam kata-kata)
When we meet again one day, I think these feelings will be better expressed to you (Ketika kita bertemu kembali suatu hari nanti, aku yakin akan bisa lebih baik mengekspresikan perasaan ini kepadamu)
Good Luck My Way Smile at me (Good Luck my way, tersenyumlah padaku)
We'll be able to meet again! (Kita akan bertemu lagi!)
I'll head for tomorrow without turning back!! (Aku akan terus melangkah)
Good Luck My Way SMILE AT ME (Good Luck My Way, tersenyumlah padaku)
In the corner of the world that is in process of changing (Di ujung bumi yang selalu bergerak)
I'm happy I could meet you (Senang rasanya bertemu denganmu)
I couldn't put into words the feeling that were about to overflow (Sulit menjelaskan perasaan ini dalam kata-kata)
When we meet again one day, I think these feelings will be better expressed to you (Ketika kita bertemu kembali suatu hari nanti, aku yakin akan bisa lebih baik mengekspresikan perasaan ini kepadamu)
Crossing over the distant rainbow (Melintasi pelangi)
Good Luck My Way (Good Luck My Way)
To the path I believe (menuju jalan yang ku yakini)
Ref:
Inti dari Perfect Tenses
Present Perfect Tense : Hal yang sudah terjadi (tanpa embel2 lagi)
Past Perfect Tense : Hal yang sudah terjadi sebelum hal lain terjadi di MASA LAMPAU
Present Perfect Continuous Tense : SAMA kayak Present Perfect
Past Perfect Continuous Tense : SAMA kayak Past Perfect
Sekian! :)
Past Perfect Tense : Hal yang sudah terjadi sebelum hal lain terjadi di MASA LAMPAU
Present Perfect Continuous Tense : SAMA kayak Present Perfect
Past Perfect Continuous Tense : SAMA kayak Past Perfect
Sekian! :)
Langganan:
Postingan (Atom)