Ketika ia dibunuh
saat akan mengimami shalat subuh, perkataannya menyiratkan bahwa ia ingin
sekali agar umat Islam bersatu.
“Luruskanlah
barisan kalian,” kata Umar.
Setelah saf
lurus, Umar membalikkan baddan, menghadap kiblat. Para jamaah bersiap-siap
menunggu takbir sang imam. Waktu bergulir beberapa jenak. Suara takbir sang
khalifah belum juga terdengar. Yang terdengar adalah suara sang khalifah yang
berkata lain:
“Seekor anjing
telah menikamku.”
Jasad Umar seketika
itu juga ambruk. Ia roboh. Darah bersimbah membasahi jubah sang khalifah dan
lantai mihrab.
Seseorang telah
menikam Umar. Ia berdiri di saf pertama, tepat di belakang Umar. Orang tersebut
segera kabur dari masjid, sambil menikam siapa saja yang ia temui di kanan dan
kirinya, hingga mengenai tiga belas orang lelaki lainnya, tujuh di antara
mereka meninggal dunia.
Umar yang tengah
terkapar menarik Abdurrahman ibn Auf untuk mengimami shalat, sementara
orang-orang berhamburan meraih Umar. Suasana di dalam masjid seketika berubah
dipenuhi kecemasan an kepanikan.
“Subhanallah,
subhanallah. Innalillahi. La ilaha illallah,” teriak mereka.
Abdurrahman ibn
Auf mengimami shalat dengan sangat cepat. Setelah selesai shalat, Umar bertanya
kepada Abdullah ibn Abbas yang memangku dirinya,
“Wahai Putra
Abbas, siapakah yang membunuhku?
“Budak Mughirah,”
jawab Ibnu Abbas.
“Apakah dia
al-Shun’ (Abu Lu’luah Fairuz)?” tanya Umar.
“Ya,” jawab Ibnu
Abbas.
“Padahal aku
telah memerintahkan kebaikan kepadanya. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang
tidak menjadikan pembunuhku adalah orang Islam,” kata Umar.
Itulah sepenggal
kisah di waktu-waktu ketika Umar ibn Khattab akan wafat. Jauh beberapa waktu
sebelumnya ia pernah berdoa agar ia bisa mati syahid, tidak terbunuh di tangan
orang Islam. Sungguh ketika umat Islam saling membunuh, maka perpecahan di
antara umat mulai muncul. Itu menandai pembangkangan umat kepada Allah swt.
“Alhamdulillah,” Umar bersyukur karena Allah mengabulkan doanya saat ajal menjemput.
Persatuan adalah
salah satu kunci timbulnya perdamaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar