Rabu, 18 September 2013

UNAND temukan teknologi pemurnian jelantah

Padang ( Berita ) : Universitas Andalas telah menemukan suatu teknologi daur ulang mengolah minyak jelantah menjadi minyak layak pakai kembali, sebagai solusi mengatasi kesulitan kaum ibu dalam menyiasati keuangan rumah tangga mereka menyusul naiknya harga minyak goreng.
Seorang mahasiswa semester delapan Unand, Aster Rahayu, bersama rekannya Lis yang melakukan penelitian dan pengolahan minyak bekas pakai itu, di Padang, Jumat [21/03] , mengatakan, minyak jelantah bisa dipakai kembali dalam keadaan bersih tanpa kotoran, dengan menggunakan ampas tebu sebagai bahan penyerap. “Bahan penyerap tebu yang sudah dijadikan partikel bisa langsung digunakan dengan mudah oleh ibu-ibu rumah tangga untuk memproses minyak jelantah menjadi minyak layak pakai,” kata Aster.
Penelitian yang dilakukannya sejak Januari 2008 dan akan terus disempurnakan sampai April 2008 itu, dimulai dengan mengambil sampel minyak jelanta dari pedagang gorengan.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah minyak jelantah tersebut dianalisa dulu kandungan FFAnya, kandungan kotoran dan asam lemaknya. Namun minyak goreng yang bagus (baru) juga dianalisa untuk mengetahui FFAnya sebagai perbandingan bagi minyak jelanta.
Kemudian menyiapkan ampas tebu yang sudah kering digiling setelah dicuci bersih. Ampas tebu tadi diayak atau disaring untuk diambil dengan ukuran partikel mulai dari 150 mikro meter, 180 mikro meter, 225 mikro meter dan 450 mikro meter. Selanjutnya ampas tebu direndamkan ke dalam minyak jelanta itu (untuk memperoleh kondisi optimum). Untuk berat ampas tebu juga dicari ukuran partikel hingga kondisi optimumnya. “Berat ampas tebu juga dianalisis, setelah kondisi optimumnya diperoleh kita terus melakukan variasi lain yakni perendaman ampas tebu dengan minyak jelanta,” katanya.
Dalam perendaman ampas tebu dengan minyak jelanta itu, dicari pula kondisi optimum yang selanjutnya baru minyak jelantah ditetapkan dan dianalisa kandungan FFAnya.
Ternyata dengan menggunakan ampas tebu, minyak jelanta menjadi bagus, dan warna hitam atau coklatnya berkurang karena kotoran berada pada minyak jelanta itu diserap oleh ampas tebu. “Ampas tebu dalam analisa itu berfungsi sebagai bahan penyerap yang bagus,” katanya seraya menambahkan bahwa penggunaan ampas tebu merupakan satu solusi mengurangi limbah padat perkotaan.
Kepala Laboratorium Kimia Analisa Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Prof Dr Rahmiana Zein, mengatakan hasil penelitian Unand berupa uji coba material yang berada di lingkungan (termasuk bahan-bahan sampah) perlu dipublikasikan. “Analisis barang-barang daur ulang itu dilakukan agar kembali layak pakai untuk mengurangi polusi,” kata Rahmiana Zein. ( ant )
beritasore.com

http://www.resep.web.id/berita/unand-temukan-teknologi-olah-minyak-jelantah.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar