Padang
( Berita ) : Universitas Andalas telah menemukan suatu teknologi daur
ulang mengolah minyak jelantah menjadi minyak layak pakai kembali,
sebagai solusi mengatasi kesulitan kaum ibu dalam menyiasati keuangan
rumah tangga mereka menyusul naiknya harga minyak goreng.
Seorang
mahasiswa semester delapan Unand, Aster Rahayu, bersama rekannya Lis
yang melakukan penelitian dan pengolahan minyak bekas pakai itu, di
Padang, Jumat [21/03] , mengatakan, minyak jelantah bisa dipakai kembali
dalam keadaan bersih tanpa kotoran, dengan menggunakan ampas tebu
sebagai bahan penyerap. “Bahan penyerap tebu yang sudah dijadikan
partikel bisa langsung digunakan dengan mudah oleh ibu-ibu rumah tangga
untuk memproses minyak jelantah menjadi minyak layak pakai,” kata Aster.
Penelitian
yang dilakukannya sejak Januari 2008 dan akan terus disempurnakan
sampai April 2008 itu, dimulai dengan mengambil sampel minyak jelanta
dari pedagang gorengan.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah
minyak jelantah tersebut dianalisa dulu kandungan FFAnya, kandungan
kotoran dan asam lemaknya. Namun minyak goreng yang bagus (baru) juga
dianalisa untuk mengetahui FFAnya sebagai perbandingan bagi minyak
jelanta.
Kemudian menyiapkan ampas tebu yang sudah kering digiling
setelah dicuci bersih. Ampas tebu tadi diayak atau disaring untuk
diambil dengan ukuran partikel mulai dari 150 mikro meter, 180 mikro
meter, 225 mikro meter dan 450 mikro meter. Selanjutnya ampas tebu
direndamkan ke dalam minyak jelanta itu (untuk memperoleh kondisi
optimum). Untuk berat ampas tebu juga dicari ukuran partikel hingga
kondisi optimumnya. “Berat ampas tebu juga dianalisis, setelah kondisi
optimumnya diperoleh kita terus melakukan variasi lain yakni perendaman
ampas tebu dengan minyak jelanta,” katanya.
Dalam perendaman ampas
tebu dengan minyak jelanta itu, dicari pula kondisi optimum yang
selanjutnya baru minyak jelantah ditetapkan dan dianalisa kandungan
FFAnya.
Ternyata dengan menggunakan ampas tebu, minyak jelanta
menjadi bagus, dan warna hitam atau coklatnya berkurang karena kotoran
berada pada minyak jelanta itu diserap oleh ampas tebu. “Ampas tebu
dalam analisa itu berfungsi sebagai bahan penyerap yang bagus,” katanya
seraya menambahkan bahwa penggunaan ampas tebu merupakan satu solusi
mengurangi limbah padat perkotaan.
Kepala Laboratorium Kimia
Analisa Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Andalas, Prof Dr Rahmiana Zein, mengatakan hasil penelitian
Unand berupa uji coba material yang berada di lingkungan (termasuk
bahan-bahan sampah) perlu dipublikasikan. “Analisis barang-barang daur
ulang itu dilakukan agar kembali layak pakai untuk mengurangi polusi,”
kata Rahmiana Zein. ( ant )
beritasore.com
http://www.resep.web.id/berita/unand-temukan-teknologi-olah-minyak-jelantah.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar