Senin, 30 September 2013

Supply Chain Management (Managemen Rantai Suplai)

Sebuah pabrik didirikan untuk memproduksi suatu produk. Tentunya si pemilik pabrik telah meyakini bahwa produknya tersebut akan terjual di masyarakat. Sederhana saja awalnya, seperti pedagang somay dengan gerobak dorongnya. Kita bisa mengibaratkan gerobaknya sebagai pabrik, serta somay yang siap disajikan lengkap dengan kol, tahu, telur, dsb serta bumbu-bumbunya sebagai produknya. Tentu saja si karyawan sekaligus owner "pabrik" adalah si abang somay itu sendiri.

Di mana supply chain management (SCM) dari "pabrik" somay ini?
Istilah supply chain (rantai suplai) biasanya digunakan pada suatu industri barang konsumen yang besar. Ngapain sih kerjanya? Sesuai namanya, supply chain bertindak bagaimana caranya agar produk yang dihasilkan bisa terjual habis di pasaran dalam waktu tertentu dan pada tempat tertentu, yang juga diiringi dengan pasokan bahan baku yang juga mencukupi kebutuhan produksi tersebut.

Balik lagi ke somay. Tentu saja kita jangan pusing-pusing dulu kalo mau jualan somay gerobakan. Kita gak perlu tau istilah supply chain ini. Ketika baru pertama kali dagang somay di hari pertama, si abang tentunya akan tahu somay nya di hari pertama jualan itu habis jam berapa setelah berkeliling di tempat yang ia tentukan. Misalkan mulai berdagang dari pagi sampai siang setelah berkeliling di tempat-tempat tertentu, somay nya sejumlah 1 panci ukuran 1 liter habis. Untuk berjualan di hari berikutnya, ia mencoba menaikkan kapasitas somay nya menjadi 2 liter. Ternyata somaynya bisa habis di jam 3 sore. Hari berikutnya, ia mencoba menaikkan jadi 3 liter dan mendapati bahwa dagangannya habis pada waktu maghrib. Dari sini si abang sudah mulai belajar bahwa masyarakat di tempat tertentu (di mana ia berkeliling) membutuhkan somay buatannya dalam waktu 1 hari (pagi-sore) sebanyak 3 liter. Ia menganggap kapasitas produksi sebesar 3 liter adalah yang terbaik. Sehingga pada hari berikutnya ia selalu menyiapkan segala bahan baku somay hingga bumbu-bumbunya untuk memenuhi kapasitas produksinya yang 3 liter itu.

Karena ia berdagang sampai hampir malam dan untuk keesokan paginya ia harus berdagang kembali, tentu ia butuh bahan baku lagi untuk berjualan. Berhubung pasar sudah tutup pada malam hari, tentunya ia juga harus belanja bahan baku pada jam-jam saat ia sedang berdagang. Untungnya si abang somay memiliki seorang istri. Ia bisa meminta tolong istrinya untuk berbelanja bahan baku sementara si abang berdagang di waktu yang hampir bersamaan. Jadi keberlangsungan produksi somay nya bisa terus berjalan karena masalah suplai bahan baku somay untuk produksi sebanyak 3 liter per hari nya sudah teratasi dengan bantuan istrinya. Sesederhana itulah suplai chain dari pedagang somay. Cakupannya akan terus berkembang bila si abang somay mengembangkan lagi usaha somay nya dengan menjadi juragan somay yang memiliki beberapa gerobak dan beberapa pekerja. Kapasitas bahan baku tentu juga akan bertambah. Daerah yang dijelajahi bisa jadi akan bertambah pula. Apalagi bila ia mengembangkan usahanya tidak hanya di rumahnya saja. Ia terus mengembangkan sayap dengan mendirikan pabrik somay di tempat-tempat lain. Supply Chain terus berkembang dan menjadi lebih kompleks. Bisa jadi di tempat A somaynya habis terjual 10 liter per hari, di tempat B habis terjual 8 liter, ditempat C hanya 5 liter. Di sini peran supply chain bertambah yakni menentukan suatu prediksi atau suatu survey kenapa di tempat ini somaynya laku segini, di tempat itu laku segitu.

Saya yakin masih banyak lagi cakupannya. Sebagai seorang awam, saya hanya mencoba menuliskan makna supply chain dari apa yang saya ketahui dengan bahasa yang menurut saya lebih mudah dipahami, khususnya bagi saya sendiri. Tulisan ini saya buat karena terinspirasi akan melamar pekerjaan pada suatu perusahaan di bagian supply chain. Kemudian saya browsing sedikit artikel, dan akhirnya membuat tulisan ini. Jadi sebenarnya saya benar-benar amatir dalam hal ini. Mohon maaf apabila banyak kesalahan. Terimakasih atas kunjungan dan koreksinya di blog saya ini.

2 komentar:

  1. Trus gimana? sukses gak apply pekerjaannya? soalnya saya juga lagi pengen apply ke bagian supply chain di satu perusahaan manufaktur, tapi ga ada basic manajemen industri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya tulisan ini saya buat untuk memotivasi saya ketika apply di supplain chain,,, saya jg basic nya bukan di manajemen industri.. saya hanya mencari referensi dari internet kemudian menuliskannya dengan bahasa yang saya pahami.
      Tapi saya tidak lolos seleksi karena skill bahasa inggris yg dibutuhkan yg fluent

      Hapus